Pengertian Blender 3D
Assalamualaiqum WR.WB, pada postingan kali ini saya
mau berbagi sedikit pengetahuan saya tentang sebuah aplikasi yaitu blender 3D.
Berhubung saya masih smk dan mengambil jurusan multimedia disini saya hanya
akan menjelaskan secara singkat tentang aplikasi Blender 3D yang saya dapat dan
pelajari dari sekolah. Oke langsung saja silahkan disimak..
Blender mrupakan salah satu software animasi 3D.
Software ini dapat didownload secara gratis disitus resmi blender.
(blender.org). Pada awalnya blender mrupakan software internal dlm prusahaan
neogeo, sbuah prusahaan animasi terbesar di Belanda pada decade 90-an TON
ROOSENDAL adalah org yang bertanggung jawab dalam menangani pengembangan
software internal di Neogeo pada waktu itu.
Blender adalah grafis 3D aplikasi yg dpt digunakan
untuk pemodelan, teksturing rendering, editing dan membuat aplikasi 3D
interaktif termasuk permainan video, film animasi atau efek visual. Blender
juga merupakan salah satu free open source 3D konten penciptaan suite tersedia
untuk sistem oprasi termasuk linux dan digunakan untuk dikembangkan secara
komersial tetapi sekarang dirilis dibawah GPL. Blender memiliki fitur sama kuat
mengatur dlm lingkup dan kedalaman ke ujung lain tinggi 3D software seperti
softimage II xsl, cinema 4D, 3DS Max dan maya. perangkat lunak ini juga berisi
fitur yang merupakan ciri khas dari model perangkat lunak hight-end dan
merupakan open source yang paling populer grafis 3D aplikasi yang tersedia dan
merupakan salah satu yang paling didownload dengan lebih dari 200rb download
dan rilis masing-masing.
Nah demikianlah penjelasan singkat dari saya
mengenai aplikasi blender 3D, lain waktu insya Allah saya akan share tutorial
menggunakan aplikasi ini. Smoga bermanfaat Wassalam.
Pengertian Augmented Reality
Menurut penjelasan Haller, Billinghurst, dan Thomas
(2007), riset Augmented Reality bertujuan untuk mengembangkan
teknologi yang memperbolehkan penggabungan secara real-time terhadap digital
content yang dibuat oleh komputer dengan dunia nyata. Augmented Reality
memperbolehkan pengguna melihat objek maya dua dimensi atau tiga dimensi yang
diproyeksikan terhadap dunia nyata. (Emerging Technologies of Augmented
Reality: Interfaces and Design).
Teknologi AR ini dapat menyisipkan suatu informasi
tertentu ke dalam dunia maya dan menampilkannya di dunia nyata dengan bantuan
perlengkapan seperti webcam, komputer, HP Android, maupun kacamata khusus. User
ataupun pengguna didalam dunia nyata tidak dapat melihat objek maya dengan mata
telanjang, untuk mengidentifikasi objek dibutuhkan perantara berupa komputer
dan kamera yang nantinya akan menyisipkan objek maya ke dalam dunia nyata.
Metode Augmented Reality
Metode yang dikembangkan pada Augmented Reality saat
ini terbagi menjadi dua metode, yaitu Marker Based Tracking dan Markless
Augmented Reality.
1. Marker Augmented Reality (Marker
Based Tracking)
Marker biasanya merupakan ilustrasi hitam dan putih
persegi dengan batas hitam tebal dan latar belakang putih. Komputer akan
mengenali posisi dan orientasi marker dan menciptakan dunia virtual 3D yaitu
titik (0,0,0) dan tiga sumbu yaitu X, Y, dan Z. Marker Based Tracking ini sudah
lama dikembangkan sejak 1980-an dan pada awal 1990-an mulai dikembangkan untuk
penggunaan Augmented Reality.
2. Markerless Augmented Reality
Salah satu metode Augmented Reality yang saat ini
sedang berkembang adalah metode “Markerless Augmented Reality”, dengan metode
ini pengguna tidak perlu lagi menggunakan sebuah marker untuk menampilkan
elemen-elemen digital, dengan tool yang disediakan Qualcomm untuk pengembangan
Augmented Reality berbasis mobile device, mempermudah pengembang untuk membuat
aplikasi yang markerless (Qualcomm, 2012).
Seperti yang saat ini dikembangkan oleh perusahaan
Augmented Reality terbesar di dunia Total Immersion dan Qualcomm, mereka telah
membuat berbagai macam teknik Markerless Tracking sebagai teknologi andalan
mereka, seperti Face Tracking, 3D Object Tracking, dan Motion Tracking.
a. Face Tracking
Algoritma pada computer terus dikembangkan, hal ini
membuat komputer dapat mengenali wajah manusia secara umum dengan cara
mengenali posisi mata, hidung, dan mulut manusia, kemudian akan mengabaikan
objek-objek lain di sekitarnya seperti pohon, rumah, dan lain – lain. Teknik
ini pernah digunakan di Indonesia pada Pekan Raya Jakarta 2010 dan Toy Story 3
Event (Widiansyah, Firman, 2014).
b. 3D Object Tracking
Berbeda dengan Face Tracking yang hanya mengenali
wajah manusia secara umum, teknik 3D Object Tracking dapat mengenali semua
bentuk benda yang ada disekitar, seperti mobil, meja, televisi, dan lain-lain.
c. Motion Tracking
Komputer dapat menangkap gerakan, Motion Tracking
telah mulai digunakan secara ekstensif untuk memproduksi film-film yang mencoba
mensimulasikan gerakan.
d. GPS Based Tracking
Teknik GPS Based Tracking saat ini mulai populer dan
banyak dikembangkan pada aplikasi smartphone (iPhone dan Android), dengan
memanfaatkan fitur GPS dan kompas yang ada didalam smartphone, aplikasi akan
mengambil data dari GPS dan kompas kemudian menampilkannya dalam bentuk arah
yang kita inginkan secara realtime, bahkan ada beberapa aplikasi menampikannya
dalam bentuk 3D.
